
Cimahi (MTsN Kota Cimahi) — MTsN Kota Cimahi kembali menggelar kegiatan Keputrian pada Jumat (24/10/2025) dengan tema yang menyentuh hati: Jaga Hati dan Pikiran, Jadilah Siswi Bahagia di Madrasah. Tampil Nurul Andriyani, S.Sos., guru Bimbingan dan Konseling (BK), sebagai narasumber utama.
Dalam suasana penuh kehangatan, Nurul mengingatkan para siswi bahwa kebahagiaan di madrasah tidak hanya datang dari nilai yang bagus atau banyaknya teman, tetapi juga dari kesehatan mental yang baik.
“Anak-anak perempuan tidak hanya perlu sehat tubuhnya, tetapi juga sehat pikirannya dan tenang hatinya,” ujarnya membuka materi.
Ia menjelaskan bahwa kesehatan mental mencakup kemampuan mengatur emosi, berpikir positif, menghargai diri sendiri, serta mampu berinteraksi dengan baik bersama orang lain.
“Di madrasah, kesehatan mental membantu kita untuk belajar lebih fokus, berani berbicara, dan tidak mudah stres,” tambahnya.
Dalam penyampaiannya, Nurul juga mengajak para siswi mengenali tanda-tanda kesehatan mental yang baik. Menurutnya, siswi yang bahagia biasanya tersenyum, mau bergaul, bisa mengelola emosi, menerima kekurangan diri, dan berani meminta bantuan saat merasa sedih atau bingung. Sebaliknya, tanda-tanda mulai terganggunya kesehatan mental antara lain malas ke sekolah, merasa tidak berguna, menarik diri dari teman, serta sulit tidur atau makan karena beban pikiran.
Ia menegaskan bahwa jika hal tersebut mulai dirasakan, siswi tidak perlu diam sendiri. “Ceritalah pada guru BK, wali kelas, atau orang tua. Jangan pendam sendiri, karena setiap hati berhak untuk tenang,” pesannya.
Di akhir kegiatan, Nurul membagikan beberapa cara menjaga kesehatan mental di madrasah, seperti membiasakan untuk bersyukur, berbicara positif kepada diri sendiri, memilih teman yang baik, menjaga pola makan dan istirahat, serta aktif mengikuti kegiatan positif seperti keputrian, seni, atau olahraga.
Kegiatan keputrian kali ini ditutup dengan pesan moral yang mendalam: bahwa menjaga hati dan pikiran adalah bentuk ibadah juga.
“Kesehatan mental bukan hanya tentang tidak stres, tapi tentang bagaimana kita mencintai diri sendiri sesuai ajaran Islam, saling menghormati, dan menciptakan lingkungan madrasah yang damai,” pungkas Nurul.
Kontributor: Deni Kurniawan As’ari Fotografer: Yusi Asofah

