Menata Hati, Menjaga Ucapan — Remaja Putri Belajar dari “Segumpal Daging Penentu Amal”

Cimahi (MTsN Kota Cimahi) — MTsN Kota Cimahi kembali menggelar kegiatan Keputrian pada Jumat (7/11/2025) dengan tema yang sarat makna: “Segumpal Daging Penentu Amal.” Kegiatan ini mengajak para siswi untuk memahami pentingnya menjaga hati, lisan dan perilaku agar terhindar dari penyakit hati di lingkungan madrasah. Materi ini disampaikan oleh Reni Anggraeni, S.Pd., guru Bahasa Sunda sebagai narasumber utama.

Dalam penyampaian materinya, Reni menegaskan bahwa sumber segala perilaku manusia berawal dari qolbu (hati). Ia mengutip sabda Rasulullah ﷺ:

“Ketahuilah bahwa di dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Jika ia baik, maka seluruh tubuh akan baik. Jika ia rusak, maka seluruh tubuh akan rusak. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hal ini sesuai juga dengan perumpamaan yang disampaikan oleh Aa Gym bahwa hati manusia seperti isi teko.

“Kalau teko berisi kopi, yang keluar pasti kopi. Kalau berisi teh, yang keluar teh. Begitu juga manusia — kalau hatinya penuh kebaikan, maka yang keluar pun kebaikan, begitupun sebaliknya”.

Lebih lanjut, Ia menyinggung bahwa perilaku bullying (disertai contoh kasus yang sering diberitakan saat ini di media sosial), sebenarnya muncul dari hati yang berpenyakit. Maka sangat ditekankan pentingnya menjaga lisan, karena ucapan dapat menjadi sumber kebaikan sekaligus keburukan.

Dalam kesempatan itu, narasumber juga memperkenalkan konsep Manajemen Qolbu yang diajarkan oleh K.H. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), yaitu menjaga hati melalui dzikirfikir, dan ikhtiar. Ia juga menjelaskan tiga jenis qolbu (hati) yakni qolbun salim (hati yang sehat), qolbun maridh (hati yang sakit), dan qolbun mayit (hati yang mati) beserta dengan ciri-cirinya.

Untuk membantu para siswi menjaga kebersihan hati dan mengetahui tanda-tanda hati yang berpenyakit, narasumber mengenalkan istilah penyakit hati ‘TENGIL’, singkatan dari Takabur, Egois, Norak (Riya/Pamer), Galak, Iri, dan Licik beserta ciri-cirinya. Ia mengajak seluruh siswi untuk menjauhi sifat-sifat tersebut agar madrasah menjadi lingkungan yang damai dan saling menghargai.

Menutup kegiatan, narasumber mengajak seluruh siswi memanjatkan doa Rasulullah ﷺ dan harus diamalkan setiap waktu:

اللهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ وَعَلى طَاعَتِكَ

(Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu dan dalam ketaatan kepada-Mu)

Kegiatan keputrian kali ini diakhiri dengan pesan dan harapan kepada seluruh remaja putri madrasah agar senantiasa mewaspadai penyakit hati dan senantiasa menjaga lisan.

 

Kontributor : Reni Anggraeni Fotografer : Yusi Asofah