
Cimahi (MTsN Kota Cimahi) —Ridhwan Ahmad Nurdiyana, S.Pd., atau biasa dipanggil Ridhwan Uhuy, adalah sosok guru muda MTsN Kota Cimahi. Ia mengampu mapel PJOK sehingga jiwa olahraga begitu kuat dalam dirinya. Tak ayal, dalam turnamen Sepakbola Mini beberapa waktu lalu Ridhwan tampil gemilang sebagai bintang lapangan. Ia berhasil mencetak 15 gol dalam turnamen yang digelar dalam rangka hari Amal Bhakti Kemenag ke-80 tahun 2025. Hari pertama total 13 gol saat melawan Cimahi Selatan 8 gol dan melawan Cimahi Utara 5 gol. Hari kedua 2 gol yaitu saat melawan Cimahi Tengah. Prestasi ini begitu membanggakan sehingga mengantar timnya jadi Juara 1. Selain itu, kemampuan selebrasinya setelah berhasil menjebol gawang lawan patut diacungi jempol.
Ridhwan kecil sudah menunjukkan kecintaannya pada aktivitas fisik, terutama sepak bola. Hampir semua jenis olahraga disukainya, namun sepakbola menjadi bagian paling melekat dalam dirinya—lapangan adalah ruang tempat ia meluapkan semangat, ketangkasan, sekaligus kegembiraannya.
Ia lahir di Cimahi, 12 September 1994. Mulai menjalani masa sekolahnya di SDN 16 Cimahi (2000–2006), kemudian SMPN 10 Cimahi (2006–2009), dan SMA Pasundan 7 Bandung (2009–2012). Setelah lulus SMA, kecintaannya pada dunia pendidikan membawanya melanjutkan studi ke STKIP Pasundan Cimahi, tempat ia meraih gelar sarjana pendidikan prodi olahraga pada tahun 2016.
Perjalanan kariernya sebagai guru dimulai sekitar tujuh tahun yang lalu. Saat pertama kali mengajar, ia menjalani setiap tantangan dengan rasa syukur.
“Suka duka dinikmati, dijalani, dan disyukuri dengan penuh ketulusan,” ujar Ridhwan saat mengenang langkah awal menjadi pendidik.
Baginya mengajar itu bukan sekadar pekerjaan, tetapi sebuah bentuk pengabdian. Ia percaya bahwa profesi guru adalah profesi mulia, dan ilmu yang ditanamkan kepada murid akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya selama bermanfaat.
Saat mengajar, Ridhwan menemukan kebahagiaan tersendiri. Ia merasa bangga melihat perubahan positif pada murid-muridnya.
“Ada kepuasan mendalam ketika melihat murid yang awalnya pemalu menjadi lebih berani, murid yang belum bisa menjadi mampu, dan mereka yang sulit fokus akhirnya lebih disiplin. Proses itu membuat saya semakin yakin bahwa pekerjaannya bukan hanya mengajarkan materi, tetapi juga membentuk karakter,” terangnya.
Selama menjadi guru, Ridhwan berhasil meraih berbagai prestasi. Ia pernah menjadi pembicara di stasiun TV swasta RCTV, serta memenangkan sejumlah lomba. Namun bagi Ridhwan, prestasi terbesar bukanlah piala atau penghargaan, melainkan perubahan positif pada murid-murid yang ia dampingi setiap hari.
“Pengalaman berharga dan membahagiakan menjadi guru adalah melihat anak-anak tumbuh, belajar, dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari,” ujarnya.
Menjelang HAB Kemenag ke-80, Ridhwan memiliki harapan besar bagi guru-guru madrasah di Kota Cimahi. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi dan keikhlasan para pendidik. Ia berharap para guru tetap semangat, terus menginspirasi murid-muridnya, serta menjadikan momentum HAB sebagai ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat kerukunan.
Ridhwan menikah dengan Melinda Nuramalia dan memiliki seorang putri bernama Atqiya Nurhusna. Keluarga kecil inilah yang menjadi sumber energi dan harapan, serta alasan bagi Ridhwan untuk terus memberikan yang terbaik dalam setiap langkahnya—baik di lapangan, di kelas, maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Kontributor: Deni Kurniawan As’ari Fotografer: Euis Nella, Indah Kurniya Sari, Ridhwan


4 komentar
zahra arifah7h, Jumat, 12 Des 2025
keren sekali pak! prestasi Bapak membuat kami sebagai murid semakin termotivasi. Semoga terus sukses dan menginspirasi banyak orang🤩🔥
Deby, Jumat, 12 Des 2025
aaaaaa bapa😫🫶🫰🫰
bapa keren(walikelas aku gitu loh) masyaallah bapa selamat ya pak atas kemenangan nya/keberhasilan nya🫶🫶🫰
Afifa Annida Indriyani Nurmansyah, Jumat, 12 Des 2025
Masya Allah tabarakallah,,,bapa selamat ya pa Ridwan, selalu semangat mengajar kami ya pak 🙏🫶
Rubaitun, Kamis, 25 Des 2025
mantap pak ridwan