MTs Negeri Sukasari berdiri sejak tahun 1967, awalnya berupa madrasah swasta dengan nama MTs Nurul Falah Sukasari Yang terletak di Kampung Sukasari desa Baros kecamatan Cimahi Tengah Kabupaten Bandung dan dipimpin oleh Raihan Kimin. Setelah memperoleh status negeri berdasarkan Keputusn Menteri Agama No. 88 tahun 1969 namanya berubah menjadi MTs A.I.N (Madrasah Tsanawiyah Agama Islam Negeri).

Pada tahun 1979 lokasi madrasah dipindahkan ke desa Cibeber Kecamatan Cimahi selatan Kabupaten Bandung dengan nama MTs Negeri Sukasari Tjimahi, dimana nama Sukasari tersebut merupakan nama dari lokasi awal MTs ini.

Sejak berdiri sampai dengan sekarang MTs Negeri Sukasari Cimahi telah telah mengalami beberapa kali pergantian kepala madrasah, dan dari masa ke masa selalu terus mengalami kemajuan perkembangan baik dalam segi fisik maupun dalam kualitas pendidikannya, hal ini tidak terlepas dari peran serta masyarakat, orang tua dan pengurus BP3.

Dengan Kegigihan Para pengelola bersama dengan komite madrasah, maka siswa-siswi MTs Negeri Sukasari Cimahi telah mampu bersaing dengan dengan siswa-siswi dari SMP sederajat yang ada di Kota Cimahi yaitu ditandai dengan banyaknya lulusan MTs Negeri Sukasari Cimahi yang dapat diterima di sekolah-sekolah unggulan seperti SMK Negeri 1 Cimahi, SMA Negeri 2 Cimahi, MAN 1 Bandung dan sekolah Negeri lainnya.

Pada tahun 2007 MTsN Sukasari Kota Cimahi sudah terakreditas “ A “ berdasarkan Sertifikat akreditasi yang dikeluarkan oleh BASN (Badan Akreditasi Standar Nasional) Nomor Dp. 002785.

Saat ini animo masyarakat untuk mendaftarkan anaknya ke MTs Negeri Sukasari Cimahi semakin tinggi hal ini terbukti sejak tahun 2008 sekitar 700 s/d 800 siswa *pendaftar setiap tahunnya harus mampu bersaing untuk menjadi siswa MTs Negeri Sukasari Cimahi yang hanya menerima sebanyak 400 siswa.

Periode kepemimpinan di MTs Negeri Sukasari Cimahi :

  1. Periode pertama 1967 s.d 1977 Raihan Kimin (Kepala Madrasah pertama) Pada periode pertama MTsN Sukasari baru memiliki 3 kelas yaitu kelas 1 2 dan 3 masing-masing satu kelas, kemudian berkembang menjadi dua kelas masing-masing rombelnya.
  2. Periode kedua 1978 s.d 1992 Drs. Dudu Abdullah (Kepala Madrasah kedua) Pada periode ini lokasi madrasah dipindahkan ke Desa Cibeber, dan jumlah siswa terus bertambah menjadi 9 kelas. Pada periode inipun MTsN Sukasari sudah mulai dilengkapi dengan Laboratorium IPA dan perpustakaan. Tahun 1992 Bapak Drs. Dudu Abdullah meninggal dunia sehingga kepala untuk sementara dijabat oleh Bapak H. Rukman selaku Wakil Kepala Madrasah.
  3. Periode ketiga 1992 s.d 1999 H. Taman, BA (Kepala Madrasah ketiga) Pada periode ketiga MTsN Sukasari semakin berkembang dan terus melaksanakan pembangunan fisik hingga mampu menampung siswa sampai 18 kelas yaitu masing masing kelas 6 rombel dan semua kegiatan belajar dilaksanakan pada pagi hari.
  4. Periode keempat 2000 s.d 2009 Drs. E. Gunawan (Kepala Madrasah keempat) Pada Periode keempat pembangunan terus berjalan hingga mampu menampung siswa hingga 24 kelas dan pada periode ini madrasah mulai dilengkapi dengan laboratorium computer dan ruang multi media.
  5. Periode kelima sejak tanggal 1 Juli 2009 Drs. Rudaya, M.MPd (Kepala Madarasah kelima).
  6. Periode keenam sejak tanggal 25 november 2021 Dra. Hj. Eulis Nurhasanah, M.Pd. (Kepala Madarasah keenam).

Pada periode ini MTsN Sukasari Cimahi sudah mampu mensejajarkan diri dengan SMP sederajat di Kota Cimahi dan animo masyarakat untuk mendaftarkan putra-putrinya semakin tinggi. Saat ini di MTsN Sukasari terdapat 30 rombongan kelas masing-masing 10 rombel untuk setiap tingkatan kelas dengan dilengkapi sarana yang sangat memadai berupa perpustakaan yang representative, Lab IPA, Lab Bahasa, Lab Komputer, Lab Multimedia dan Lab PAI.

Pada periode ini MTsN Sukasari Cimahi mulai memiliki masjid Baiturrahman yang mampu menampung seluruh siswa MTs. Setelah terlaksananya pembangunan masjid dua lantai yang cukup megah secara swadaya.

Sejak tahun 2015 terjadi perubahan nama MTsN Sukasari Cimahi menjadi MTs Negeri Kota cimahi sesuai dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 212 Tahun 2015 tentang Perubahan nama Madrasah Aliyah Negeri, Madrasah Tsanawiyah Negeri, dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Profinsi Jawa Barat.

Pada tahun pelajaran 2018/2019 terjadi penambahan rombel dari 11 rombel menjadi 30 rombel dengan rincian masing masing kelas 30 rombel.