
Cimahi (MTsN Kota Cimahi) – MTsN Kota Cimahi kembali menggelar kegiatan pembiasaan Jumat pagi. Kali ini meliputi pelaksanaan shalat dhuha, tahsin, dan Gerakan Literasi Madrasah (GLM).
Kegiatan diawali sholat dhuha di lapangan yang diikuti oleh guru dan siswa kelas 7,8, dan 9 sebanyak 1000 lebih siswa. Kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dipimpin Mohammad Arfah Syahwallum (8J). Setelah itu semua siswa mengikuti tahsin/tadarus bersama dipandu Jivilia Kireina Rafli Arzeta (8J) yang membaca Surat Al Muthoffifin. Lantunan ayat-ayat suci Al-Quran mengalun merdu di hamparan lapangan MTsN Kota Cimahi. Begitu syahdu dan memberi aura ketenangan bagi setiap pembacanya.
Selepas tahsin, kegiatan Gerakan Literasi Madrasah yang diketuai oleh Yayu Wahyuni Hidayati, S.Pd, M.Pd, didampingi Drs. D. Suryagandi, M.Pd. dan lainnya.
Gerakan Literasi Madrasah diawali dengan memberi kesempatan kepada seluruh siswa dan guru untuk membaca bukunya masing-masing yang telah dibawa dari rumah. Waktunya sekitar 10-15 menit. Selanjutnya dua perwakilan siswa maju ke depan untuk menyampaikan hasil resensi buku yang telah mereka baca.
Kali ini tampil duet siswa dari kelas 8J yaitu Muhammad Aria Wangsa Kusumah dan Julia Zahra dengan wali kelas Yani Eka Sapitri, M.Pd. Keduanya menyampaikan hasil resensi buku yang telah dibuatnya. Aria mengupas buku berjudul “Katanya Kembar” yang menceritakan dua anak kembar bernama Rian dan Bian.
“Meskipun mereka terlahir kembar, kedua orang tua mereka hanya memberikan perhatian lebih pada Bian. Entah mengapa, sejak kecil Rian selalu mendapat perlakuan berbeda dari Bian karena kebencian yang timbul sejak ia lahir di dunia,” demikian uraian Aria diselingi humor sehingga memukau para siswa.
Adapun Julia Zahra mengupas buku tentang “Kisah Awal Khalifah Umar Masuk Islam”. “Khalifah Umar Bin Khattab awalnya sangat benci kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau sempat ingin membunuh nabi SAW, namun gagal dan akhirnya masuk agama Islam saat mendengar adiknya (Fatimah) membacakan ayat-ayat Al-quran dan banyak melihat kekuasaan Allah SWT,” terang Zahra.
Zahra menambahkan setelah Umar masuk islam, maka Umar mengorbankan seluruh hidupnya untuk agama islam dan jadi khalifah kedua setelah Abu Bakar. Ia memimpin kekhalifahan Islam selama sepuluh tahun, dari tahun 634 hingga 644 M.

GLM : Dari kiri Yayu Wahyuni Hidayati, S.Pd, M.Pd (Ketua GLM), Muhammad Aria Wangsa Kusumah, Yani Eka Sapitri, M.Pd (Wali Kelas 8D), Julia Zahra, Drs. D. Suryagandi, M.Pd. (GLM)
Menurut Kepala MTsN Kota Cimahi, Rubaitun, M.Pd kegiatan pembiasaan ini bertujuan untuk menanamkan kecintaan pada Al-Qur’an, memperkuat spiritualitas dan keimanan siswa serta menambah wawasan intelektual.
“Kami rutin mengadakan pembiasaan Jumat pagi sesuai jadwal. Sholat dhuha, Tahsin, doa bersama, dan literasi dengan menampilkan para siswa sebagai petugasnya. Hal ini untuk menumbuhkan kepemimpinan sekaligus pemberian pengalaman terbaik kepada siswa sebagai bekal saat nanti terjun di masyarakat,” ujarnya.
Seluruh rangkaian kegiatan Jumat pagi diharapkan menjadi bekal berharga bagi siswa-siswi MTsN Kota Cimahi. Nilai-nilai yang ditanamkan melalui pembiasaan jumat pagi akan membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki akhlak mulia sesuai visi yang dicanangkan yaitu MTsN Bermutu.
//Ari/Mtsn/

