
Cimahi (MTsN Kota Cimahi) — Suasana Senin pagi di lapangan MTsN (8/11/2025) terasa lebih semarak. Sebanyak 1.035 berbaris rapi, mengenakan seragam olahraga, dengan penuh keceriaan dan semangat mengikuti pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Antar Kelas (Porklas) 2025.
Kepala MTsN Kota Cimahi, Rubaitun, M.Pd., berdiri di hadapan seluruh peserta untuk memberikan sambutan. Beliau mengajak siswa untuk menjunjung tinggi sportivitas, baik dalam pertandingan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa kekalahan dalam lomba adalah bagian dari proses belajar dan pembentukan karakter.
“Menerima kekalahan saat lomba itu bukan kelemahan, tetapi tanda kedewasaan,” ungkapnya.
Rubaitun kemudian berbicara mengenai pentingnya kebahagiaan yang benar-benar bermakna. Ia menyinggung fenomena banyaknya anak yang menghabiskan waktu hanya dengan gawai dan main game. Menurutnya, kebahagiaan seperti itu bisa Bahagia tapi cepat hilang dan tidak membangun ketangguhan.
“Kita harus merasakan kebebasan, gerak, dan tantangan. Olahraga memberikan itu semua,” jelasnya sambil mengajak siswa menggunakan teknologi secara bijak dan tetap kompak dalam kegiatan positif.
Di sisi lain, kegiatan Porklas tahun ini dirancang lebih variatif dan menarik. Ade Pawaz, S.Pd.I., ketua panitia, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan akan berlangsung selama dua minggu penuh. Beragam cabang lomba telah disiapkan untuk mewadahi minat dan bakat siswa, mulai dari futsal putra dan putri, melukis, kaligrafi, menyanyi solo, lomba senam, hingga lomba video kebersihan kelas. Khusus lomba bulu tangkis akan diadakan di GOR bulu tangkis luar madrasah.
“Kegiatan Porklas tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana mempererat solidaritas dan kreativitas antarkelas,” ujar Ade.
Sambutan dan tepuk tangan menggema ketika Rubaitun menendang bola ke gawang futsal sesaat setelah pembukaan. Porklas 2025 bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi tentang bagaimana setiap siswa merayakan proses, belajar menghargai, dan tumbuh melalui pengalaman.
Kontributor: Deni Kurniawan As’ari Fotografer: Evi Hafsoh

