Inovasi Dessy Nur Laily dalam Pembelajaran Al-Qur’an Hadits melalui Kartu Kwartet Tajwid

MTsN Kota Cimahi — Kegiatan supervisi pembelajaran di kelas 7J MTsN Kota Cimahi pada Kamis (9/10/2025) berlangsung lancar dengan suasana yang aktif dan penuh antusiasme siswa. Supervisi dilakukan Heni Nurhayati, M.Pd., yang mengamati langsung proses pembelajaran Al-Qur’an Hadits oleh Dessy Nur Laily, S.Pd.I.

Pada kesempatan tersebut, Dessy menampilkan sebuah inovasi pembelajaran yang menarik berupa Media Kartu Kwartet Tajwid. Metode ini merupakan hasil modifikasi permainan kartu kwartet anak-anak yang kemudian disesuaikan dengan materi tajwid, khususnya hukum nun sukun atau tanwin dan mim sukun.

“Inovasi ini lahir untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih aktif, tidak satu arah, serta dapat membantu siswa memahami tajwid melalui praktik langsung, bukan hanya mendengarkan penjelasan guru,” katanya.

Sejak awal permainan dimulai, suasana kelas tampak hidup. Peserta didik dibagi ke dalam kelompok kecil berisi empat orang dan masing-masing memperoleh satu set kartu kwartet tajwid. Mereka menentukan urutan pemain, mengocok kartu agar acak, kemudian memulai permainan dengan membagikan kartu dan menyimpan sebagian lainnya di tengah meja. Pemain yang mendapat giliran pertama kemudian menunjuk temannya dan menyebutkan salah satu nama hukum tajwid yang sesuai dengan kartu yang ia miliki. Jika pemain yang ditunjuk ternyata memiliki kartu tersebut, ia harus membacakan contoh bacaan tajwid dengan benar sesuai nama hukum bacaannya. Apabila ia membaca dengan tepat, permainan berlanjut; tetapi jika salah, pemain pertama akan memberikan contoh bacaan yang benar sebelum menunjuk teman lainnya.

Permainan berkembang dengan sangat dinamis. Ketika ada yang tidak memiliki kartu yang disebutkan, pemain yang bertanya harus mengambil kartu dari tumpukan tengah. Proses ini terus berulang hingga seluruh kartu habis dimainkan. Dalam setiap putaran, terjadi diskusi antarsiswa, saling mengoreksi bacaan, dan saling membantu memahami kaidah tajwid. Momen-momen seperti inilah yang membuat pembelajaran terasa hidup. Setelah permainan selesai, setiap siswa menuliskan kembali semua contoh bacaan yang terdapat dalam kartu yang berhasil mereka kumpulkan. Langkah ini dimaksudkan agar siswa terbiasa menulis huruf hijaiyah. Guru kemudian mempersilakan mereka membacakan contoh bacaan tersebut untuk diperiksa kembali ketepatannya.

Dessy menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar permainan, tetapi sebuah strategi pembelajaran yang mencakup tiga kemampuan penting sekaligus: membaca huruf hijaiyah atau Al-Qur’an, memahami ilmu tajwid, dan melatih kemampuan menulis huruf hijaiyah. Selain itu, permainan ini juga membawa berbagai manfaat tambahan.

“Melatih konsentrasi dan daya ingat, meningkatkan kemampuan bersosialisasi, menumbuhkan sikap sportif dan patuh aturan, serta menambah wawasan siswa. Alhamdulillah, siswa sangat menikmati pembelajaran. Mereka tidak hanya bermain, tetapi benar-benar belajar dan mempraktikkan tajwid secara langsung. Banyak dari mereka yang sebelumnya kesulitan kini menjadi lebih percaya diri,” ujar Dessy.

Heni Nurhayati, M.Pd., selaku supervisor, memberikan apresiasi terhadap media yang digunakan Dessy.

“Penggunaan media ini mampu meningkatkan partisipasi siswa, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, sekaligus memperkuat pemahaman tajwid secara aplikatif,” ujar Heni.

Hasil evaluasi pun menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa, baik pada kategori rendah yang meningkat menjadi sedang, maupun kategori sedang yang naik menjadi baik.

Dessy mengungkapkan rencananya untuk mengembangkan set kartu kwartet dengan materi tajwid lainnya, seperti hukum mad.

“Saya berharap inovasi sederhana ini dapat berdampak dan dapat terus digunakan serta menginspirasi pembelajaran Al-Qur’an Hadits di MTsN Kota Cimahi,” pungkas Dessy.

 

Kontributor: Deni Kurniawan As’ari       Fotografer: Dessy Nur Laily