Cimahi (Humas MTsN Kota Cimahi), Senin, 27 April 2026 — MTsN Kota Cimahi kembali melaksanakan upacara bendera rutin pada Senin pagi dengan penuh khidmat. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pembinaan karakter peserta didik, sekaligus momentum untuk menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Pada pelaksanaan upacara kali ini, kelas 8I bertugas sebagai petugas upacara. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, mencerminkan kesiapan serta tanggung jawab para siswa dalam menjalankan amanah yang diberikan.
Bertindak sebagai pembina upacara, Ibu Leli Denawati, M.Pd., selaku wali kelas 8I, menyampaikan amanat yang berfokus pada pentingnya menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah tantangan era digital saat ini.
Dalam amanatnya, beliau mengingatkan bahwa perkembangan teknologi seringkali membuat seseorang lalai dalam menjaga lisan dan etika dalam berinteraksi.
“Di era digital seperti sekarang, kita harus lebih berhati-hati dalam menjaga lisan dan sikap. Jangan sampai kemudahan berkomunikasi justru membuat kita melupakan adab,” ungkap beliau.
Beliau juga mengutip kandungan Surah Al-Hujurat ayat 11 yang mengajarkan larangan untuk saling merendahkan, mencela, dan memanggil dengan sebutan yang buruk. Nilai tersebut sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan di lingkungan sekolah.
“Dalam Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Hujurat ayat 11, kita diingatkan untuk tidak saling menghina atau merendahkan. Di sekolah, hal ini bisa kita wujudkan dengan menjauhi perilaku perundungan atau bullying,” jelasnya.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa bentuk bullying tidak hanya secara fisik, tetapi juga bisa berupa bullying psikologis, seperti mengintimidasi atau mengucilkan teman di kelas.
“Perundungan tidak selalu terlihat secara fisik. Mengintimidasi, mengucilkan teman, atau bahkan mencela, itu termasuk bullying yang tidak boleh dilakukan,” tegasnya.
Selain itu, beliau juga mengingatkan bahaya dari sikap merasa diri paling benar, sombong, dan merendahkan orang lain. Sikap tersebut dapat menutup pintu kebaikan dalam diri seseorang.
“Ketika seseorang merasa paling benar dan merendahkan orang lain, maka sejatinya ia sedang menutup peluang kebaikan untuk dirinya sendiri,” tuturnya.
Dalam amanatnya, beliau menegaskan bahwa sekolah bukan hanya tempat untuk mengejar nilai akademik, tetapi juga sebagai tempat untuk membentuk karakter yang baik.
“Sekolah bukan hanya tempat mengejar angka di rapor, tetapi tempat membentuk karakter. Maka tinggalkan kebiasaan buruk seperti mengejek, termasuk menyebut nama orang tua dengan tidak pantas,” pesannya.
Di akhir amanat, beliau juga mengingatkan pentingnya kejujuran dalam menghadapi berbagai penilaian, terutama menjelang Ujian Madrasah bagi kelas 9 serta Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) bagi kelas 7 dan 8.
“Tanamkan kejujuran dalam mengerjakan setiap soal. Semoga dengan usaha dan kejujuran, kalian dapat meraih hasil yang terbaik,” pungkasnya.
Setelah penyampaian amanat, kegiatan upacara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “Halo-Halo Bandung” secara bersama-sama, yang semakin menambah semangat nasionalisme seluruh peserta upacara.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta didik MTsN Kota Cimahi dapat mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari serta membentuk karakter yang berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab.

