
Cimahi (Humas MTsN Kota Cimahi) — Penggunaan telepon genggam (HP) di lingkungan madrasah tidak selalu identik dengan gangguan belajar. Jika dimanfaatkan secara tepat dan sesuai kebutuhan pembelajaran, HP justru dapat menjadi sarana yang mendukung kreativitas, meningkatkan keterlibatan siswa, serta menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan.
Hal tersebut terlihat dalam pembelajaran Informatika bersama siswa kelas 9K MTsN Kota Cimahi pada Selasa (13/10/2026). Melalui aplikasi Wayground, kegiatan ulangan dikemas secara interaktif sehingga siswa dapat menjawab soal dengan suasana yang lebih santai, seru, dan tetap berorientasi pada pencapaian tujuan pembelajaran.

Melalui aplikasi Wayground, siswa kelas 9K mengikuti ulangan Informatika secara interaktif. Pemanfaatan HP membantu menghadirkan suasana evaluasi yang lebih dinamis, menyenangkan, dan tetap berorientasi pada pemahaman materi.
Dalam kegiatan tersebut, siswa menggunakan HP untuk mengakses soal dan menjawab pertanyaan melalui platform digital. Suasana ulangan terasa lebih dinamis karena siswa tidak hanya berhadapan dengan lembar soal konvensional, tetapi juga berinteraksi dengan teknologi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka.

Ulangan tidak harus selalu berlangsung tegang. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, evaluasi pembelajaran dapat menjadi pengalaman yang lebih menarik tanpa mengurangi keseriusan siswa.
Pemanfaatan Wayground menjadi salah satu contoh bahwa teknologi digital dapat membantu menciptakan suasana evaluasi pembelajaran yang lebih menarik. Siswa tetap dituntut untuk memahami materi dan menjawab soal secara mandiri, tetapi prosesnya dikemas dengan pendekatan yang lebih interaktif. Dengan demikian, ulangan tidak harus selalu identik dengan suasana tegang, melainkan dapat menjadi kesempatan untuk mengukur pemahaman sekaligus membangun pengalaman belajar yang positif.
Guru Informatika MTsN Kota Cimahi, Lita Arinda, S.T., memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari pendekatan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa saat ini. Menurutnya, penggunaan HP dalam pembelajaran perlu diarahkan agar siswa mampu melihat teknologi bukan hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai alat untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan keterampilan digital.
“HP sebenarnya bisa menjadi alat belajar yang sangat bermanfaat ketika digunakan dengan tujuan yang jelas. Melalui Wayground, siswa bisa mengikuti ulangan dengan cara yang lebih interaktif. Mereka tetap belajar serius dan bertanggung jawab, tetapi suasananya bisa terasa lebih menyenangkan,” demikian pesan yang ingin ditanamkan melalui kegiatan pembelajaran tersebut.
Dari Ulangan Digital hingga Produksi Vlog
Pemanfaatan HP dalam pembelajaran Informatika kelas 9K tidak berhenti pada kegiatan ulangan. Saat ini, siswa juga melaksanakan proyek pembuatan vlog pada bab Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Dalam proyek tersebut, HP menjadi perangkat yang membantu siswa menjalani berbagai tahapan produksi konten, mulai dari merekam video, mengambil gambar, menyusun materi, hingga melakukan pengeditan. Dengan perangkat yang sudah akrab digunakan dalam kehidupan sehari-hari, siswa memiliki kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan digital secara langsung.
Melalui pembuatan vlog, siswa tidak hanya mempelajari penggunaan perangkat dan aplikasi, tetapi juga berlatih menyampaikan informasi, menyusun ide, bekerja sama dalam kelompok, serta mengembangkan kreativitas. Mereka belajar bahwa sebuah konten yang menarik membutuhkan perencanaan, pesan yang jelas, dan proses penyuntingan yang tepat.
Kegiatan ini sekaligus menghubungkan materi TIK dengan praktik nyata. Siswa tidak hanya memahami teknologi melalui penjelasan di kelas, tetapi juga menggunakannya untuk menghasilkan karya digital yang dapat dikomunikasikan kepada orang lain.
Teknologi Membutuhkan Pendampingan dan Tanggung Jawab
Meski memberikan banyak kemudahan, penggunaan HP di madrasah tetap perlu disertai aturan, pendampingan guru, dan tanggung jawab siswa. Perangkat digital digunakan ketika dibutuhkan untuk mendukung kegiatan belajar, bukan untuk mengganggu konsentrasi atau mengabaikan kewajiban sebagai peserta didik.
Melalui pembelajaran Informatika, siswa diharapkan semakin memahami pentingnya menggunakan teknologi secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab. Keterampilan digital tidak cukup hanya dengan mampu mengoperasikan perangkat, tetapi juga mencakup kemampuan memilih penggunaan yang tepat, menghasilkan karya yang bermanfaat, serta memahami etika dalam ruang digital.
Pengalaman belajar di kelas 9K menjadi gambaran bahwa teknologi dapat membuka ruang pembelajaran yang lebih fleksibel dan kreatif. HP yang digunakan untuk ulangan interaktif maupun produksi vlog menunjukkan bahwa perangkat yang sama dapat mendukung berbagai kebutuhan pendidikan ketika diarahkan secara positif.
MTsN Kota Cimahi terus mendorong pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab. Melalui pemanfaatan teknologi secara terarah, madrasah berupaya membekali siswa agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk belajar, berkreasi, dan menghasilkan karya yang positif.
HP di tangan siswa bukan hanya tentang layar dan aplikasi, melainkan juga tentang peluang untuk belajar lebih interaktif, berkarya lebih kreatif, dan menjadi pengguna teknologi yang bertanggung jawab.

