
Cimahi (MTsN Kota Cimahi) — Sebagai wujud pelestarian budaya lokal sekaligus inovasi pembelajaran, siswa kelas 7J MTsN Kota Cimahi mengikuti kegiatan pembelajaran Bahasa Sunda yang dikemas secara kreatif melalui kolaborasi angklung dan kawih “Manuk Dadali.”
Kegiatan ini dibimbing oleh Reni Anggraeni, S.Pd., pengampu mata pelajaran Bahasa Sunda yang berinovasi menerapkan Project-Based Learning (PjBL). Dalam prosesnya, siswa tidak hanya mempelajari lirik dan makna patriotik dari kawih “Manuk Dadali,” tetapi juga memainkan iringan musik menggunakan angklung—alat musik khas Sunda yang telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia (Intangible Cultural Heritage of Humanity) sejak tahun 2010.
Kegiatan ini juga semakin hidup dengan iringan kendang oleh Desta Permana, S.Sn selaku guru Seni Budaya yang menambah semarak dan kekayaan nuansa tradisional dalam pembelajaran. Suasana kelas berubah menjadi panggung budaya yang penuh semangat. Nada-nada angklung berpadu dengan tabuhan kendang dan nyanyian siswa menciptakan harmoni yang menggugah rasa bangga terhadap jati diri bangsa.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar musik dan bahasa, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai gotong royong, disiplin, tanggung jawab, dan cinta tanah air.
Bagi guru, kegiatan ini menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas dan kompetensi pedagogik dalam menghadirkan pembelajaran berbasis proyek yang kontekstual dan berakar pada kearifan lokal. Sementara bagi madrasah, kegiatan ini memperkuat citra MTsN Kota Cimahi sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga aktif dalam melestarikan budaya Sunda.
Alat musik angklung kembali bergema membawa pesan harmoni, persatuan, dan kebanggaan sebagai bagian dari warisan budaya dunia.
Kontributor : Reni Anggraeni

