Qanita Rahma: Jejak Gemilang Alumni MTsN Cimahi dalam Panggung Internasional

Cimahi (MTsN Kota Cimahi) — Di antara barisan alumni yang membawa kebanggaan bagi MTsN Kota Cimahi, nama Qanita Rahma atau yang akrab disapa Qanit pantas disematkan dalam daftar prestasi madrasah. Lahir di Cimahi pada 3 Januari 2010, Qanit telah menunjukkan diri sebagai sosok penuh semangat, tekad, dan prestasi — terutama di bidang olahraga. Hobi berolahraga pun terus ia pupuk hingga melahirkan catatan prestasi yang patut dibanggakan.

Perjalanan pendidikan Qanit diawali di SDN Cimahi Mandiri 2 pada tahun 2016 hingga 2022, lalu MTsN Kota Cimahi dari 2022 hingga 2025. Kini ia duduk di kelas X sekolah pavorit SMAN 2 Bandung. Di setiap jenjang, Qanit terus menunjukkan kecintaan pada belajar dan keinginan untuk berkembang.

Saat memasuki MTsN Kota Cimahi, Qanit mengaku merasakan perasaan campur aduk antara gugup dan semangat. Lingkungan MTsN yang asri dan suasana yang kondusif segera meredakan rasa tegang yang dialaminya dan menggantikannya dengan antusiasme untuk menjalani hari demi hari  sebagai pelajar. Bagi Qanit, MTsN Kota Cimahi bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga arena pengembangan prestasi, karakter, dan persaudaraan.

Kesan mendalam yang selalu membekas dalam benaknya adalah bagaimana MTsN Kota Cimahi itu tumbuh dan berubah seiring waktu. Ia bersyukur dan bangga menjadi saksi pembangunan ruang kelas baru, renovasi kantin, perubahan ruang guru dan tata usaha. Bahkan, kesempatan untuk menjadi “penghuni” kelas baru tersebut menjadi kenangan tersendiri.

“Sangat menyenangkan bisa menyaksikan langsung proses transformasi MTsN Kota Cimahi itu,” ujarnya. Kenangan-kenangan akan keceriaan, canda tawa teman, hingga kebersamaan dengan guru menjadi bagian penting dari kisah tumbuhnya Qanit.

Namun yang paling membedakan sosok Qanit dari kebanyakan alumni adalah prestasi dalam taekwondo yang telah meraih panggung internasional. Pada Kejuaraan The 8th Heroes International Championship 2025 yang digelar di Pattaya, Thailand (9–10 Agustus 2025), Qanit bersama rekannya Fahri Zulkarnain Husnan berhasil meraih Juara 1 POOMSAE Pair Poom/Blackbelt U-17. Lebih jauh lagi, mereka memperoleh predikat Best Player – Poomsae Division for Excellence in Artistic Performance and Discipline — penghargaan bagi atlet yang tidak hanya unggul dari sisi teknik, tetapi juga keindahan penampilan dan kedisiplinan.

Tak hanya itu, selama bersekolah di MTsN Cimahi, Qanit telah mengumpulkan 16 gelar juara dalam kompetisi taekwondo. Ia juga dianugerahi gelar Anugerah Prestasi Mandiri Ke-1, sebuah pengakuan dari MTsN terhadap upaya dan dedikasinya. Di bidang akademik, Qanit juga pernah menjadi kandidat dalam Kompetisi Sains Madrasah (KSM) bidang IPA pada tahun 2024 sebagai tim beregu — menunjukkan bahwa keseriusannya tidak hanya terbatas pada olahraga tetapi juga akademik.

Sebagai alumni, Qanit memiliki harapan besar terhadap almamaternya. Ia berharap MTsN Kota Cimahi tidak berhenti pada pencapaian saat ini, melainkan terus berinovasi, berkembang, dan menciptakan ekosistem pendidikan yang mampu mendukung lahirnya generasi muda yang berprestasi dan berdaya saing.

“Saya ingin agar MTsN Kota Cimahi tidak hanya dikenal lokal, tetapi juga mendunia melalui prestasi para siswanya,” ujarnya penuh harap.

Di balik prestasi dan perjuangan itu, Qanit memendam satu cita-cita mulia yakni menjadi seorang dokter. Impian ini menjadi pendorong baginya untuk terus belajar, disiplin, dan menjaga keseimbangan antara akademik dan olahraga. Ia percaya bahwa dengan tekad, kerja keras, dan doa, mimpi bisa diwujudkan.

Sosok Qanita Rahma menjadi bukti nyata bahwa dari lingkungan MTsN bisa muncul insan-insan luar biasa. Semangatnya memperlihatkan bahwa prestasi tinggi bisa dicapai oleh siapa saja yang memiliki kemauan, dukungan, dan kesungguhan. Dalam lembaran sejarah MTsN Kota Cimahi, nama Qanit akan terus dikenang — bukan hanya sebagai alumni biasa, melainkan sebagai inspirasi hidup bagi para siswa dan alumni yang datang setelahnya.

Kontributor : Deni Kurniawan As’ari Fotografer : Qanita Rahma