Kanit Binmas Polsek Cimahi Selatan  Ajak Siswa MTsN Kota Cimahi Wujudkan Madrasah Aman dan Bebas Kenakalan Remaja

Cimahi (MTsN Kota Cimahi) — Upacara bendera yang digelar di halaman MTs Negeri Kota Cimahi pada Senin (6/11/2025) pagi ini agak berbeda. Kali ini, yang bertindak sebagai pembina upacara adalah Kanit Binmas Polsek Cimahi Selatan, sementara petugas upacara dipercayakan kepada tim Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) diiringi oleh marching band kebanggaan madrasah.

Dalam amanatnya, pembina upacara  Kanit Binmas Polsek Cimahi Selatan, AKP Eneng Nurbaekah, menyampaikan terima kasih kepada pihak madrasah yang telah memberikan kesempatan bagi kepolisian untuk hadir dan menjadi pembina upacara. Kehadiran polisi dalam kegiatan pendidikan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan dunia pendidikan, terutama dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, tertib, dan kondusif.

“Kehadiran kami di sini untuk menyampaikan pesan penting bagi seluruh unsur pendidikan — kepala madrasah, guru, maupun siswa — agar bersama-sama menjaga lingkungan madrasah yang aman, damai, dan positif,” ujarnya.

Bu Kanit menekankan pentingnya peran siswa dalam menjaga nama baik madrasah dan masa depan mereka sendiri. Beliau menyoroti berbagai fenomena kenakalan remaja yang kini marak, seperti penyalahgunaan narkoba, kebiasaan merokok dan penggunaan vape, perilaku bullying, serta tawuran antarpelajar. Semua perilaku tersebut, menurutnya, hanya akan merugikan diri sendiri dan menghambat cita-cita.

“Masa depan kalian masih panjang. Jangan sia-siakan dengan kebiasaan buruk seperti merokok, menggunakan vape, atau mengejek teman. Itu bukan tanda keberanian, melainkan awal dari kerusakan diri,” tegasnya.

Selain itu, pembina upacara juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Masih banyak pelajar yang nekat mengendarai sepeda motor tanpa surat izin mengemudi, bahkan tanpa seizin orang tua. Hal tersebut dapat berakibat fatal dan menimbulkan sanksi hukum.

Ia juga menyoroti dampak negatif kemajuan teknologi dan penggunaan gawai secara berlebihan. Banyak siswa yang lebih sibuk bermain ponsel dibandingkan berinteraksi dengan lingkungan sekitar, bahkan mengabaikan nasihat guru maupun orang tua.

“Guru bukan hanya pengajar di kelas, tetapi juga pembentuk karakter dan penanam nilai-nilai moral. Begitu pula peran orang tua sangat penting untuk mendampingi anak agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Menjelang akhir amanat, pembina upacara menyampaikan empat pesan penting. Pertama, perkuat iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan meningkatkan kualitas ibadah sesuai agama masing-masing. Kedua, para guru diharapkan selalu memberikan teladan dan menyisipkan pesan moral dalam setiap kegiatan belajar-mengajar. Ketiga, para siswa diimbau untuk menjauhi perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain serta tidak melakukan pelanggaran hukum.

“Terakhir perkuat persatuan dan saling menghormati antarsesama pelajar demi terwujudnya keamanan dan ketertiban di lingkungan madrasah maupun masyarakat. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan bimbingan dan perlindungan kepada kita semua,” pungkasnya.

 

Kontributor : Deni Kurniawan As’ari     Fotografer : Evi Hafsoh