
Cimahi (MTsN Kota Cimahi) – Upacara bendera setiap hari Senin, sudah menjadi rutinitas diselenggarakan oleh satuan Pendidikan di Indonesia. Begitu pula dengan MTsN Kota Cimahi.
Upacara kali ini, Senin (15/9/2025) dilaksanakan dengan penuh khidmat. Petugas upacara adalah siswa Kelas 8B, sementara pembina upacaranya Ella Janawati, S.Pd. yang juga Wali Kelas 8B
Selaku pembina upacara beliau memberikan amanat yang menggugah tentang Akhlak Nabi Muhammad SAW. Amanat tersebut disampaikan dengan tenang, lirih, namun penuh semangat.
Guru Bahasa Inggris itu mengawalinya dengan menyampaikan ucapan terima kasih kepada para petugas upacara yaitu kelas 8B yang telah melaksanakan tugas dengan baik dan juga kelas 9C yang membantu sebagai sebagai paduan suara. Ia memberikan amanatnya.
“Kalian bisa meneladani sifat Nabi Muhammad Saw yang mempunyai akhlak mulia, karena akhlak menentukan baik dan buruknya seseorang. Banyak hal yang dapat kita teladani dari Nabi Muhammad Saw antara lain kepemimpinan dan kepribadian beliau yang utama,” katanya.
Ia melanjutkan bahwa Nabi Muhammad SAW diakui oleh lawan maupun kawan sebagai sosok yang berakhlak mulia.
“Diantara akhlak mulia yang dimiliki Nabi Muhammad adalah sifat Shiddiq, Amanah, Fathonah dan Tabligh,” ucapnya.
Apa itu Shiddiq? Yaitu benar ucapannya sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Kalau bicaranya lain dengan kenyataan, maka itulah yang disebut dusta atau bohong.
Adapun amanah artinya dapat dipercaya perbuatannya. Melaksanakan tugas yang dipercayakan kepadanya, menyampaikan dan menjaga apapun yang dipercayakan kepadanya. Sedangkan Fathonah artinya cerdas dan Tabligh adalah menyampaikan wahyu dari Allah SWT.
Ella menjelaskan membangun akhlak yang baik tidak bisa instan, harus diterapkan sejak dini dan juga konsisten.
“Maka dari itu mumpung masih dalam momentum Maulid Nabi Muhammad mari kita meniru sifat dan sikap Nabi Muhammad SAW, menjadikan dirinya tauladan bagi kita semua,” tutur petugas layanan UKS tersebut.
Dalam pemaparan amanatnya ia juga memberikan contoh-contoh perilaku keseharian siswa yang musti diperbaiki dikaitkan dengan materi yang sedang dibahas. Tak terkesan menggurui, para siswa lebih diajak untuk berpikir, berkontemplasi, dan melakukan introsfeksi diri.
Kontributor: Deni Kurniawan As’ari | Fotografer: Hj. Evi Hafsoh

