Tiga Siswi MTsN Kota Cimahi Dinobatkan sebagai Duta Siswa Kota Cimahi

Cimahi (MTsN Kota Cimahi) — Tiga siswi MTsN Kota Cimahi yaitu Sazkia Puji Utami (9J), Shafiya Athaya Syalabiyya (8J) dan Bunga Kalislara (8C) berhasil lolos seleksi yang cukup ketat dan mereka ditetapkan sebagai Duta Siswa Kota Cimahi. Kategori yang mereka peroleh meliputi : Duta Siswa Kota Cimahi Kebudayaan Puteri untuk Sazkia, Duta Siswa Kota Cimahi Favorit Puteri untuk Shafiya, dan Bunga sebagai Duta siswa Kota cimahi Lingkungan Puteri 2025.

Duta siswa sendiri merupakan sosok pelajar terpilih yang dipercaya untuk mewakili sekolah/madrasah atau institusi pendidikan dalam berbagai kegiatan, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah/madrasah. Tidak hanya menjadi perwakilan, duta siswa juga berperan sebagai inspirator dan teladan bagi siswa lainnya.

Menurut Sazkia, duta siswa dipilih berdasarkan kemampuan, keterampilan, serta kepribadian yang baik, seperti kepemimpinan, kemampuan komunikasi yang efektif, kreativitas, serta kepedulian sosial.

“Duta siswa bukan hanya soal penampilan, tetapi bagaimana kita bisa menginspirasi dan memberi dampak positif bagi banyak orang,” ujar Sazkia.

Tahapan Seleksi Hingga Tingkat Nasional
Dalam prosesnya, duta siswa memiliki tahapan seleksi yang cukup panjang, dimulai dari tingkat kota, provinsi, hingga nasional. Sebelum resmi menyandang gelar sebagai duta siswa, para peserta harus melalui masa seleksi dan pembinaan. Proses ini berlangsung sekitar satu hingga dua bulan, di mana peserta dibekali berbagai pelatihan dan penilaian.

“Di masa itu, kami dilatih banyak hal, mulai dari public speaking, kepemimpinan, hingga pengembangan diri,” ujarnya.

Menariknya, dalam duta siswa terdapat delapan gelar khusus yang hanya diberikan kepada delapan orang terpilih dari seluruh anggota. Setiap gelar memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda, dan tidak semua duta siswa mendapatkan gelar tersebut.

Salah satu gelar utama, misalnya, memiliki peran sebagai pemimpin yang mengontrol dan mengoordinasikan seluruh kegiatan organisasi duta siswa.

“Utama bertugas memimpin dan memastikan seluruh duta siswa berjalan sesuai visi organisasi,” tambah Sazkia.

Selain itu, terdapat pula gelar Budaya atau Kebudayaan, yang fokus pada pelestarian dan pengenalan budaya. Pemegang gelar ini bertugas menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti mojang dan organisasi kebudayaan lainnya.

Duta siswa sendiri berada di bawah naungan Yayasan Lingkar Inspirasi Bangsa, yang menjadi wadah pengembangan potensi generasi muda. Tugas duta siswa tidak bersifat seragam karena setiap bidang dan gelar memiliki fokus yang berbeda.

“Setiap duta siswa punya peran masing-masing. Tapi tujuan utamanya tetap sama, yaitu memberi inspirasi dan membawa nama baik sekolah/madrasah serta daerah,” pungkasnya.

Melalui program duta siswa, diharapkan para pelajar tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat dan menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya.