
Cimahi (Humas MTsN Kota Cimahi) — MTsN Kota Cimahi melaksanakan rapat tim validasi soal bersama pengawas madrasah, Bapak Rudi, pada siang hari setelah sholat Dzuhur pukul 12.30 WIB. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kualitas penyusunan kisi-kisi dan soal Ujian Madrasah (UM) Tahun 2026 agar lebih terarah, objektif, dan sesuai ketentuan.
Rapat diikuti oleh tim validasi soal yang telah dibagi sesuai bidang mata pelajaran, yaitu Ayi Dindin Sahidin, S.Ag (SKI dan Fiqih), Heni Nurhayati, M.Pd. (IPA, Matematika, dan Seni Budaya), Ade Pawaz, S.Pd.I (Aqidah Akhlaq dan Qurdis), Salman Reza, S.S. (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris), Ruhiat Ahmad, S.Pd. (Bahasa Arab dan BTAQ), Leli Denawati, M.Pd. (IPS, Bahasa Sunda, dan PKn), serta Indah Kurniya Sari (TIK dan PJOK).
Dalam arahannya, pengawas madrasah menyampaikan hasil pembinaan terkait revisi ketentuan penyusunan soal UM Tahun 2026. Jumlah soal ditetapkan sebanyak 45 butir untuk seluruh mata pelajaran, kecuali IPA dan Matematika sebanyak 40 butir. Bentuk soal meliputi pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, dan uraian dengan komposisi yang telah ditentukan.
Distribusi materi mencakup kelas VII sebesar 20%, kelas VIII 30%, dan kelas IX 50%. Sementara itu, level kognitif terdiri dari L1 (30%), L2 (40%), dan L3 (30%). Selain itu, soal juga diarahkan berbasis literasi dan numerasi dengan persentase mencapai 50%, khususnya pada level L2.
Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, penyusunan soal ditekankan menggunakan stimulus berupa teks narasi atau deskripsi untuk memperkuat kemampuan literasi peserta didik.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Dr. Rudy Kurniawan, M.Pd selaku pengawas madrasah juga memberikan motivasi kepada Kepala MTsN Kota Cimahi, Rubaitun, M.Pd., agar kualitas penyusunan soal yang sudah baik dapat terus dipertahankan. “Mudah-mudahan dengan validasi seperti ini, kompetensi siswa semakin maju. Pertahankan kualitasnya seperti ini,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan penyusunan soal Ujian Madrasah Tahun 2026 dapat berjalan lebih optimal serta mampu mengukur kompetensi siswa secara komprehensif.

