
Cimahi (MTsN Kota Cimahi) — MTs Negeri Kota Cimahi mendapat kehormatan luar biasa dengan kedatangan Direktur KSKK Madrasah Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si., dalam kegiatan Sosialisasi Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Aula MTsN Kota Cimahi, Senin (4/11/2025). Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh civitas MTsN Kota Cimahi untuk meneguhkan kembali semangat pendidikan yang berakar pada nilai-nilai cinta, kasih dan kemanusiaan.
Kepala MTsN Kota Cimahi, Rubaitun, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas kehadiran Direktur KSKK.
“Ini merupakan kehormatan sekaligus surprise yang sangat berharga bagi kami. Meskipun sebelumnya kami pernah mendapatkan sosialisasi KBC, kali ini kami beruntung bisa menerima sosialisasi langsung dari sumbernya, yaitu Ibu Direktur KSKK,” ungkapnya.
Rubaitun juga memaparkan sekilas profil madrasah yang ia pimpin. MTsN Kota Cimahi berdiri sejak tahun 1964 dan hingga kini menjadi satu-satunya madrasah tsanawiyah negeri di Kota Cimahi. Dengan jumlah siswa mencapai 1.041 orang dan tenaga pendidik serta kependidikan hampir 90 orang, madrasah ini terus berupaya menunjukkan mutu dan keunggulan di tengah dinamika pendidikan modern.
Sementara itu, Prof. Dr. Nyayu Khodijah dalam paparannya menekankan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar konsep pembelajaran, tetapi sebuah gerakan hati dalam mendidik.
“Kami tidak memaksa guru untuk langsung mengimplementasikan KBC. Sebab, sesuatu yang dipaksakan bukanlah cinta. Implementasi KBC harus dilakukan dengan cinta, karena ia lahir dari cinta, diinisiasi oleh Pak Menteri Agama sebagai wujud cintanya terhadap generasi muda Indonesia,” ujarnya disambut tepuk tangan hangat.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa KBC bertujuan melahirkan peserta didik yang humanis, rasionalis, naturalis, shaleh, dan berpancar cinta. Nilai utama yang terkandung dalam Panca Cinta terdiri atas:
- Cinta kepada Allah dan Rasul,
- Cinta kepada ilmu,
- Cinta kepada diri dan sesama,
- Cinta kepada lingkungan, dan
- Cinta kepada tanah air.
Namun, Prof. Nyayu menegaskan bahwa nilai cinta ini tidak diajarkan secara verbal, melainkan diimplementasikan dalam perilaku sehari-hari guru dan peserta didik.
“Cinta tidak diajarkan seperti rumus atau teori. Ia hadir melalui cara berpikir, cara bersikap, cara berbicara, dan terutama cara memperlakukan peserta didik. Perlakukanlah mereka seperti anak kandung kita sendiri,” pesannya lembut namun penuh makna.
Sosialisasi ini dihadiri oleh para guru, tenaga kependidikan, serta pejabat Kanwil Kemenag Jawa Barat dan Kota Cimahi, yaitu Kabid Penmad Drs. H. Usep Saepudin Muhtar, M.Pd, Ketua Tim Peningkatan Kualitas Implementasi Kurikulum, Kesiswaan, dan Pembelajaran Widya Arthawati, M.Pd., Kasi Penmad Kemenag Kota Cimahi Hj. Evi Soviawati, M.Pd. Acara berlangsung hangat, interaktif, dan inspiratif, dengan semangat cinta sebagai ruh utama pendidikan madrasah.
Menutup kegiatan, Prof. Nyayu mengajak seluruh guru untuk terus berinovasi tanpa kehilangan esensi cinta dalam mengajar.
“Kita boleh memilih jalan berbeda, tapi tujuan kita satu: mencetak generasi berakhlak mulia, berpengetahuan luas, dan berhati penuh cinta,” tutupnya dengan senyum tulus.
Dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta ini, MTsN Kota Cimahi meneguhkan diri menjadi madrasah yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga hangat dalam kemanusiaan — tempat di mana ilmu dan cinta tumbuh bersama.
Kontributor : Deni Kurniawan As’ari Fotografer : Deni dan Nida

