
www.mtsn-kotacimahi.sch.id, CIMAHI – Nama lengkapnya Nawadir Muhammad Syafiq. Biasa dipanggil teman-temannya Nawa. Kini, duduk di kelas 9 K (Kelas Tahfidz) dengan wali kelas Kania Roslyani, S.Ag. Nawa lahir di Cimahi, pada 30 Mei 2011. Remaja yang berdomisili di Jl. Pojok Tengah, Cimahi Utara ini memiliki pengalaman masa kecil yang menyenangkan.
“Yang paling menyenangkan ketika bisa bermain bersama teman-teman di sekitar rumah. Saat itu, semuanya terasa sederhana, penuh tawa, dan tanpa beban,” ujarnya.
Ia mengaku mulai menghafal Al Quran sejak duduk di bangku sekolah dasar. Awal mulanya diajarkan oleh orang tua dengan hafalan-hafalan pendek, lalu mengikuti program menghafal.
Nawa berbagi tips bagaimana cara menghafal. “Biasanya dengan membaca berulang-ulang, kemudian menutup Al Quran dan mencoba mengulang dari ingatan,” terangnya.
Adapun waktu yang sering ia pergunakan untuk menghafal yaitu selepas shalat subuh, karena menurutnya pikiran saat itu masih segar dan suasananya pun tenang.
Ketika ditanya suka duka menghafal terutama sambil sekolah di MTsN sampai sore.
“Sukanya, saya merasa hati lebih tenang dan bahagia karena bisa mengisi waktu dengan sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya lirih. Adapun dukanya, kadang merasa lelah yang tiada tara, terutama karena harus membagi waktu antara pelajaran sekolah dan hafalan. Namun, rasa lelah itu menurutnya hilang ketika hafalan berhasil diingat dengan baik.
Masih menurut Nawa tantangan terbesar yang harus ia hadapi adalah bagaimana menjaga konsistensi. Manusiawi, kadang rasa malas datang, atau pikiran terpecah dengan tugas sekolah.
“Namun saya belajar untuk tetap berusaha, sedikit demi sedikit, agar hafalan tidak hilang begitu saja,” ungkapnya.
Ia berpesan untuk teman-temannya yang ingin menghafal.
“Pesan saya, jangan takut untuk memulai. Jangan jadikan aktivitas menghafal itu sebagai beban. Jadikan itu kebiasaan dan berusaha untuk konsisten. Mulailah sedikit demi sedikit, ulangi terus dengan sabar, dan percayalah setiap ayat yang kita hafalkan akan menjadi cahaya dalam hidup kita,” pungkasnya.
//Ari/MTsN

