Belajar dari Marfuah, Sosok Ibu yang Sukses Hantarkan Putrinya Kuliah di Al-Azhar Kairo Mesir

Cimahi (MTsN Kota Cimahi) — Marfuah, S.Pd., yang akrab disapa Pupu, adalah guru Bahasa Indonesia di MTsN Kota Cimahi. Ia merupakan sosok perempuan sederhana dengan keteguhan hati luar biasa. Dibalik perannya sebagai guru madrasah selama hampir dua dekade, alhamdulillah, Pupu merupakan seorang ibu yang berhasil mengantarkan putri sulungnya— Maula Khalisal Fahra, menembus perguruan tinggi Islam paling bergengsi di dunia, yaitu Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Kampus Islam tertua di dunia (berdiri 970 M) yang menjadi pusat studi agama dan ilmu pengetahuan global.

Putrinya kini mahasiswi semester 1 tingkat 3 di Universitas Al-Azhar, Kairo, jurusan Syariah Islamiyyah, dengan mendapat beasiswa dari Baznas Cendekia Timur Tengah.

Keberhasilan ini berawal dari cita-cita sang anak yang ingin kuliah di Al-Azhar, terinspirasi oleh gurunya di Pondok Pesantren Assalafiyyah Putri Sukabumi, yang merupakan alumni Al-Azhar. Sang anak alhamdulillah saat di pesantren langganan juara umum. Pupu tak tinggal diam. Ia aktif mencari informasi, berdiskusi dengan alumni MTsN Kota Cimahi yang telah lebih dulu belajar di Mesir, hingga akhirnya putrinya lolos seleksi masuk Al-Azhar melalui ujian Kemenag dan juga lulus seleksi beasiswa Baznas. Antara usaha, doa, dan keyakinan yang akhirnya berbuah manis.

“Kunci suksesnya adalah niat yang kuat dan memperbanyak doa kepada Allah SWT. Kemudian dibarengi usaha yang sungguh-sungguh. Selebihnya berserah diri sepenuhnya kepada Allah,” tutur staf kurikulum tersebut.

Sejak kecil, Pupu memiliki hobi membaca sholawatan dan nasyid. Cita-citanya pun telah tertanam kuat: menjadi seorang guru. Mengawali pendidikannya pada SD Negeri Cimahi 9 (1986–1992), dilanjutkan ke SMP Negeri 1 Cimahi (1992–1995), kemudian SMK Negeri 11 Bandung (1995–1998). Jenjang Pendidikan tingginya ia selesaikan pada prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FPBS Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Kariernya sebagai guru dimulai pada 1 Januari 2005 dan hingga kini ia telah mengabdikan diri selama 20 tahun.

“Pengalaman pertama mengajar menjadi kenangan tersendiri bagi saya. Terutama berhadapan dengan siswa yang memiliki beragam karakter bukanlah hal mudah, namun justru dari sanalah saya belajar tentang kesabaran, dan keikhlasan,” ujarnya.

Adapun motivasinya menjadi guru tak lepas dari figur keluarga. Ia begitu terinspirasi oleh sosok sang ayah yang seorang ustadz serta kakaknya yang menempuh pendidikan di IAIN Sunan Gunung Djati Bandung.

“Keberhasilan terbesar saya sebagai seorang guru ketika terjadi perubahan positif pada siswa. Pengalaman paling berharga saat membimbing siswa yang awalnya kesulitan menulis hingga mampu menulis mandiri, melihat anak didik tumbuh percaya diri, berani bertanya, mengemukakan pendapat, dan berakhlak mulia,” terang Pupu.

Dalam kehidupan keluarga, Pupu didampingi suami yang senantiasa memberi support padanya, Heru Fahrudin. Pernikahan mereka dikaruniai empat orang anak, tiga putri dan satu putra. Maula Khalisal Fahra, Muhammad Syidad Syekhan, Naura Qaniatal Muntazirah, dan Fatiyya Fatihatul Wafa.

Menjelang Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-80, Pupu berharap semangat “Ikhlas Beramal” terus hidup dan menginspirasi seluruh ASN Kemenag, khususnya para guru madrasah di Kota Cimahi, untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat tanpa memandang perbedaan.

Pupu bukan hanya pendidik di ruang kelas, tetapi juga pendidik sejati di dalam keluarga. Keteladanan, kesabaran, dan keteguhan menjadi bukti bahwa peran seorang ibu mampu mengantarkan putrinya mendapat pendidikan terbaik.

 

Kontributor: Deni Kurniawan As’ari       Fotografer: Maula Khalisal Fahra