
Cimahi (Humas MTsN Kota Cimahi) — Upacara bendera kembali dilaksanakan oleh keluarga besar MTsN Kota Cimahi pada Senin pagi. Upacara berlangsung dengan tertib dan khidmat, dengan kelas 8C bertugas sebagai petugas upacara dan Mulyadi, S.Pd.I., selaku Wali Kelas 8C, bertindak sebagai pembina upacara.
Dalam amanatnya, Mulyadi menyampaikan pesan tentang nilai diri, sikap, ilmu, dan keterampilan melalui sebuah ilustrasi sederhana yang langsung melibatkan peserta didik.
Ia mengeluarkan selembar uang kertas, kemudian meremasnya hingga terlihat kusut.
“Kalau uang ini sudah diremas seperti ini, masih mau?” tanyanya kepada para siswa.
Serentak para siswa menjawab, “Mau!”
Tidak berhenti sampai di situ, uang tersebut kemudian diinjak dan kembali ditunjukkan kepada peserta upacara.
“Kalau sudah diinjak seperti ini, masih mau?”
Jawaban siswa kembali terdengar lantang, “Mau!”
Mulyadi kemudian mengajak siswa memahami alasan di balik jawaban tersebut. Kondisi fisik uang yang berubah tidak serta-merta menghilangkan nilainya.
“Kenapa masih mau? Karena nilainya tetap sama. Mau bagaimanapun bentuknya, nilai uang ini tetap sama,” jelasnya.
Dari ilustrasi tersebut, siswa diajak melihat bahwa manusia juga memiliki nilai yang melekat dalam dirinya. Namun, nilai tersebut perlu diwujudkan melalui sikap dan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai Tidak Hanya Tentang Penampilan
Mulyadi mengaitkan ilustrasi tersebut dengan kehidupan peserta didik di madrasah. Menurutnya, seseorang tidak cukup hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga perlu memiliki sikap yang baik dan mampu menerapkan pengetahuan serta keterampilan dalam kehidupan nyata.
Ia kemudian menjelaskan tiga aspek penting yang perlu dikembangkan siswa, yaitu afektif, kognitif, dan psikomotor.
“Yang pertama adalah afektif, bagaimana sikap kita. Sikap yang baik itu menjadi nilai bagi kita,” ungkapnya.
Nilai afektif tersebut, lanjutnya, dapat terlihat dari bagaimana siswa bersikap kepada guru, teman, maupun lingkungan sekitar. Termasuk ketika melaksanakan ibadah dengan sungguh-sungguh.
“Ketika kita melaksanakan salat berjamaah Zuhur dan Asar dengan sungguh-sungguh, itu juga menjadi nilai bagi kita. Bukan hanya sekadar melaksanakan, tetapi bagaimana kesungguhan kita dalam menjalankannya,” pesannya.
Selanjutnya, siswa juga perlu mengembangkan kemampuan kognitif, yaitu pengetahuan dan kemampuan berpikir yang diperoleh melalui proses pembelajaran.
Namun, pengetahuan saja belum cukup. Kemampuan tersebut perlu diwujudkan dalam tindakan melalui aspek psikomotor, yaitu keterampilan dan kemampuan menerapkan apa yang telah dipelajari.
Ketiga aspek tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat Belajar dan Kembangkan Bakat
Menutup amanatnya, Mulyadi mengajak seluruh peserta didik untuk terus memiliki semangat dalam belajar dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Mari kita semangat belajar untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Jangan hanya belajar untuk mendapatkan nilai, tetapi bagaimana ilmu yang kita dapatkan bisa bermanfaat dalam kehidupan,” pesannya.
Ia juga mendorong siswa untuk tidak ragu mengembangkan bakat dan keterampilan yang dimiliki.
“Kembangkan bakat yang kalian punya melalui skill yang bisa kalian terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena setiap anak memiliki potensi dan kemampuan yang berbeda,” lanjutnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan di madrasah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Pembentukan sikap, penguasaan ilmu, serta kemampuan menerapkan keterampilan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan.
Upacara bendera kemudian ditutup dengan menyanyikan Mars Madrasah bersama-sama. Suara seluruh peserta upacara menggema mengiringi penutupan kegiatan sebelum siswa kembali mengikuti aktivitas pembelajaran.
Melalui amanat tersebut, MTsN Kota Cimahi kembali mengajak seluruh peserta didik untuk memahami bahwa setiap pribadi memiliki nilai, dan nilai tersebut akan semakin bermakna ketika diwujudkan melalui sikap yang baik, ilmu yang bermanfaat, serta keterampilan yang dapat memberikan manfaat dalam kehidupan.

