Pembina Upacara Wawan Hermawan Ingatkan Pentingnya Disiplin dan Ketangguhan Generasi Muda

Cimahi (MTsN Kota Cimahi) — MTs Negeri Kota Cimahi kembali melaksanakan upacara bendera rutin, Senin (17/11/2025) yang berlangsung di lapangan madrasah. Pembina upacara Wawan Hermawan, S.Ag., sementara petugas  dari kelas 9F yang melaksanakan tugas dengan baik.

Dalam amanatnya, Wawan menyampaikan keberadaan para siswa di madrasah bukanlah sebuah kebetulan atau keterpaksaan, melainkan pilihan sadar untuk menempuh pendidikan di lembaga berbasis Islam yang berada di bawah naungan Kementerian Agama.

“Kalian di sini bukan karena terpaksa, bukan pula karena tidak diterima di tempat lain. Kalian berada di madrasah karena kalian punya niat untuk menjadi siswa yang berhasil,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa setiap niat untuk berhasil selalu diikuti konsekuensi. Salah satunya adalah kesanggupan mematuhi setiap aturan yang diberlakukan di madrasah. Menurutnya, banyak siswa yang bertanya mengapa harus ada begitu banyak peraturan, mulai dari tata tertib, seragam, kebersihan, hingga aturan kedisiplinan lainnya? Ia menerangkan aturan tersebut mungkin tidak berkaitan langsung dengan kecerdasan atau keterampilan akademik, tetapi sangat terkait dengan pembentukan karakter.

Beliau pun menekankan bahwa kehidupan di luar madrasah, baik di lingkungan masyarakat maupun di dunia kerja akan selalu diiringi peraturan.

“Ketidakmampuan mematuhi aturan sejak dini akan menyulitkan seseorang dalam menghadapi kehidupan nyata,” tuturnya.

Lantas Wawan mencontohkan negara seperti Singapura yang memberlakukan aturan ketat terkait kebersihan dan ketertiban publik, sehingga hanya orang-orang berdisiplinlah yang mampu hidup dengan tertib.

Selanjutnya ia menyinggung fenomena yang banyak dilekatkan kepada generasi saat ini, yaitu label “generasi strawberry” yaitu generasi yang terlihat kuat di luar, tetapi mudah rapuh menghadapi tantangan. Ia mengingatkan bahwa label tersebut tidak boleh menjadi kenyataan bagi siswa MTsN Kota Cimahi.

“Peraturan-peraturan yang diberlakukan bukan untuk menyulitkan, tetapi untuk membentuk kalian menjadi pribadi yang tangguh, kuat, dan sabar,” ujarnya.

Sebagian besar aturan madrasah sejatinya bersumber dari ajaran Islam, seperti kewajiban menjaga kebersihan, kerapian, kesopanan, dan menjauhi perbuatan tercela. Hal ini sejalan dengan pembiasaan syariat serta nilai-nilai moral yang harus ditanamkan sejak dini kepada para siswa.

Dalam penutup amanatnya, Wawan Hermawan mengutip sebuah hadis tentang beratnya menjaga agama pada akhir zaman, yang diibaratkan seperti memegang bara api, dilepas menyengsarakan, digenggam pun terasa menyakitkan.

“Saya mengajak semua siswa untuk tetap kuat dan istiqamah dalam menjalankan nilai-nilai kebaikan serta mematuhi aturan sebagai bagian dari latihan ketangguhan diri,” pungkasnya.

 

Kontributor: Deni Kurniawan As’ari       Fotografer: Nida Hasna Nazira