
Cimahi (MTsN Kota Cimahi) – Nessy Anugrawati, S.Pd., guru Bahasa Sunda MTsN Kota Cimahi kembali menghadirkan inovasi pembelajaran. Pada pembelajaran siang hari, Selasa (16/9/2025) lalu, ruang multimedia MTsN Kota Cimahi disulap menjadi pusat kreativitas digital bagi para peserta didik.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan kawih undak usuk basa Sunda. Aktivitas ini menjadi rutinitas harian untuk menumbuhkan keterampilan berkomunikasi santun sesuai tata krama Sunda. Kebiasaan ini juga dirancang agar siswa terbiasa menggunakan bahasa yang sesuai dengan norma sopan santun dan nilai budaya. Harapannya proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, penuh makna, dan selaras dengan prinsip deep learning—yaitu pembelajaran yang berkesadaran, bermakna dan menyenangkan.
Selanjutnya, melalui metode Project Based Learning (PjBL), peserta didik diajak memahami dan menulis teks deskripsi dalam bahasa Sunda. Mereka dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil, lalu bekerja sama menulis teks deskripsi menggunakan aplikasi digital. Tidak berhenti di situ, hasil karya mereka dipublikasikan melalui media sosial sebagai bentuk apresiasi sekaligus pembelajaran literasi digital.
Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kemampuan komunikasi berbahasa Sunda yang baik. Sekaligus membekali peserta didik dengan keterampilan menggunakan media digital yang kini menjadi bagian penting kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin memastikan pembelajaran bahasa Sunda tidak ketinggalan zaman, tetapi justru hadir relevan dengan dunia digital yang digemari peserta didik,” ujar Nessy.

Aktivitas siswa saat mengikuti pembelajaran Bahasa Sunda dengan menggunakan HP
Ia menambahkan dengan suasana belajar yang interaktif, kreatif, dan kontekstual, peserta didik terlihat antusias menuangkan ide dan deskripsi mereka.
“Harapannya, kegiatan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi pembelajaran bahasa daerah lainnya, sehingga bahasa Sunda tetap hidup dan berkembang seiring kemajuan teknologi khususnya di lingkungan MTsN Kota Cimahi, umumnya untuk seluruh daerah di Indonesia,” pungkasnya.
Kontributor : Nessy Anugrawati | Fotografer : Deni Kurniawan As’ari

