
Cimahi (MTsN Kota Cimahi) – Kegiatan kemping pramuka kelas 7 MTsN Kota Cimahi yang dilaksanakan pada Sabtu–Minggu sudah selesai. Kepala MTsN Kota Cimahi, Rubaitun, M.Pd., sebagai mabigus memberikan sambutan dalam kegiatan penutupan. Beliau menegaskan bahwa kemping pramuka ini bukan sekadar rekreasi, tetapi merupakan salah satu bentuk nyata implementasi Kurikulum Cinta yang dicanangkan Kementerian Agama.
“Seorang penyair besar, Shakespeare, pernah berkata: ‘Dalam hidup yang hanya satu tarikan nafas, jangan tanamkan apa pun selain cinta.’ Begitu pula dengan kegiatan ini, kita belajar bahwa setiap aktivitas harus dilandasi cinta agar bermakna dan bermanfaat,” tutur Rubaitun.
Beliau menjelaskan bahwa pengalaman kemping pramuka sejalan dengan lima topik Kurikulum Cinta, yaitu:
- Cinta Allah dan Rasul – diwujudkan dalam ibadah bersama, doa, serta meneladani akhlak Rasulullah dalam kebersamaan.
- Cinta ilmu – melalui keterampilan pramuka seperti mendirikan tenda, memasak, dan P3K.
- Cinta lingkungan – dengan menjaga kebersihan bumi perkemahan dan menghargai alam sekitar.
- Cinta diri dan sesama manusia – dengan kemandirian, menjaga kesehatan, serta tolong-menolong antar teman.
- Cinta tanah air – lewat upacara bendera, disiplin, kerja sama, dan semangat persatuan.
“Jika cinta sudah tertanam, maka ibadah menjadi ringan, ilmu terasa indah, menjaga lingkungan terasa mulia, merawat diri dan sesama menjadi tanggung jawab, serta membela tanah air menjadi kebanggaan,” pungkasnya.
Selain itu, kegiatan ini juga mencerminkan nilai Panca Waluya, konsep Pendidikan karakter berbasis budaya sunda yang diwujudkan dalam bentuk Gapura Panca Waluya yang mengajarkan lima nilai utama, yaitu:
- Cageur (sehat) – terwujud lewat aktivitas fisik di alam terbuka.
- Bageur (baik) – tercermin dari sikap tolong-menolong dan persaudaraan antarsiswa.
- Bener (benar) – diwujudkan melalui kedisiplinan, ibadah, dan hidup sesuai aturan.
- Pinter (pintar) – dilatih dengan kecakapan pramuka dan ilmu yang bermanfaat.
- Singer (terampil) – diasah dengan keterampilan praktis dalam perkemahan.
Rubaitun berharap semangat cinta dan nilai Panca Waluya yang ditanamkan selama kemping tidak berhenti saat kegiatan berakhir, tetapi terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kontributor : Rubaitun | Fotografer : Salman Reza | Editor : Deni Kurniawan As’ari

