
www.mtsn-kotacimahi.sch.id, CIMAHI – Baraya Touring Emteesen kembali mencatatkan perjalanan seru dalam agenda touring. Saat cuti bersama, Senin (18/8/2025), kemarin sebanyak 9 (Sembilan) guru mengikuti touring menuju Curug Citambur, Cianjur Selatan, setelah sebelumnya sukses menjelajahi Curug Malela Bandung Barat. Kesembilan guru tersebut adalah Drs. D. Suryagandi, M.Pd., Saeful Munawar, S.Pd, Sudeni Suheri Permana Putra, M.Pd, Ade Pawaz, S.Pd.I, Deni Kurniawan As’ari, M.Pd, Sanny Moch. Syafril Zein, S.Pd,, Ruhiat Ahmad, S.Pd, Mulyadi, S.Pd.I, dan Desta Permana, S.Sn.
Senin pagi, anggota Baraya Touring Emteesen memulai perjalanan dari halaman MTsN Kota Cimahi. Sebagian lagi menunggu di perjalanan yang akan dilewati. Dengan perlengkapan lengkap berupa kaos dan jaket seragam, para biker berangkat menuju Citambur, melewati jalur berliku dan penuh tanjakan khas pegunungan. Sebagian jalan-jalan terjal, tanjakan cukup curam, serta turunan tajam tak mengurangi semangat para anggota Baraya Touring Emteesen untuk menaklukkan medan ini. Sebagian jalan merupakan jalan kampung berupa plester yang membuat posisi kendaraan saayt melaju terasa gejag-gejug dan bergetar.
Selama perjalanan, pemandangan alam begitu indah dan menakjubkan seperti hutan hijau, pesawahan, perkebunan dan perbukitan mengiringi setiap iring-iringan rombongan. Tantangan medan yang cukup berat dirasakan juga terutama saat mau menuju lokasi, jalan berbatu sekitar 200-an meter justru menambah keseruan dan pengalaman yang mendalam.
Setelah menempuh perjalanan panjang dan menantang kurang lebih tiga jam, akhirnya rombongan Baraya To uring tiba di Citambur. Curug Citambur yang begitu tinggi dan nampak megah menyambut biker dengan gemuruh air terjun yang jatuh dari ketinggian. Udara yang sangat segar, suasana asri, dan pemandangan yang indah seketika menghapus semua lelah dan rasa capek selama perjalanan. Semua terlelap dalam menikmati keindahan alam Curug Citambut sembari foto-foto di berbagai spot curug yang memesona.
Curug Citambur tepat berada di Desa Karangjaya, Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur bagian selatan. Dari Cibeber Cimahi jarak tempuh sekitar 68 kilometer, adapun dari Soreang kurang lebih 50 kilometer. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 130 meter dan terkenal dengan keindahan alamnya yang masih alami dengan debit air yang sangat deras.
“Alhamdulillah, akhirnya sampai ke lokasi tujuan, Curug Citambur. Sangat indah dan menyenangkan,” ujar Suryagandi guru IPA yang selama ini begitu bersemangat untuk mengunjungi curug Citambur.
Pendapat senada disampaikan Ade Pawaz. “Luar biasa curugnya. Cipratan air curug yang mengenai tubuh menambah kesegaran berada di sekitar curug.”
Setelah puas menikmati curug Citambur yang eksotis, dilanjutkan dengan sholat dan makan bersama di gazebo sekitar lokasi curug. Menu makannya ada yang memilih ayam bakar dan ikan goreng dengan nasi liwet khas curug ditemani sambal, mentimun, dan tahu tempe goreng. Nampak saat makan bersama itu para biker begitu lahap, beberapa guru sampai menambah nasi liwet yang disajikan dalam sebuah kastrol.
“Punten, bade nambah nasi liwetnya karena daging ayamnya masih ada,” ujar Sanny Moch. Syafril Zein, dan Desta Permana kompak. Begitu pula Sudeni Suheri Permana, Deni Kurniawan As’ari, dan Ruhiat Ahmad akhirnya ikut nambah juga.
“Mantap ya, hanya 1 kastrol bisa cukup bahkan lebih untuk 9 orang,” timpal Ade Pawaz yang juga didaulat sebagai bendahara.
Tepat pukul 13.00 perjalanan pulang menuju kembali ke Cimahi. Di tengah perjalanan tepatnya di daerah Soreang rombongan mampir ke Bakso Mas Sabar. “Tempat ini termasuk langganan saya dan keluarga. Baksonya enak, tempatnya juga nyaman,” ujar Ade Pawaz.
Bakso Mas Sabar merupakan tempat makan bakso yang memiliki suasana berbeda dari tempat lainnya yaitu menempati bangunan yang masih tradisional, rumah bambu. Lokasinya pun berada di pinggir sawah yang bisa menjadi solusi melepas rasa rindu dengan kampung halaman. Tempatnya cukup luas. Terdiri dari beberapa gazebo atau saung semi outdoor, sehingga angin sepoi dan keasrian sawah sangat terasa. Sementara tempat duduknya berupa lesehan.
Setelah menikmati bakso Mas Sabar, perjalanan touring kembali dilanjutkan menuju rumah masing-masing dengan membawa pengalaman yang begitu berkesan dan berharap suatu saat nanti semoga bisa kembali mengikuti touring. Sebuah aktivitas refreshing dan tadabbur alam yang kaya pengalaman. Semoga touring ini sebagai sebuah aktivitas rihlah, yang berkah, menuju lillah.”
Alhamdulillah….
Album Touring. Klik
//Ari/Mtsn

