Upacara Senin MTsN Kota Cimahi, Tanamkan Karakter Santun melalui Ucapan

Cimahi (Humas MTsN Kota Cimahi) — Senin pagi, MTsN Kota Cimahi kembali melaksanakan upacara bendera sebagai bagian dari pembiasaan disiplin sekaligus penguatan karakter peserta didik. Upacara kali ini bertugas sebagai petugas upacara adalah siswa-siswi kelas 9D, dengan pembina upacara Neneng Hernika, S.Pd., Gr., selaku wali kelas 9D.(28/09/2026)

Suasana upacara diawali dengan sapaan penuh semangat dari pembina, “Semangat pagi!” yang disambut serentak oleh para siswa, “Semangat! Pagi, pagi, pagi!”

Setelah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh petugas upacara yang telah menjalankan tugasnya, Bu Neneng mengajak para siswa untuk kembali memperhatikan satu hal sederhana yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sehari-hari, yaitu cara berkata dan menjaga lisan.

Dalam amanatnya, ia mengingatkan bahwa sikap santun tidak hanya ditujukan kepada orang yang lebih tua, seperti orang tua dan guru, tetapi juga kepada sesama teman.

“Jangan lagi mengejek teman dengan menyebut atau membawa-bawa nama orang tuanya. Hal tersebut dapat mengganggu aktivitas dan kondisi mental teman,” pesannya.

Bu Neneng juga menyoroti pentingnya membangun interaksi yang santun antara siswa dan guru. Hal sederhana seperti menyapa atau memberikan salam ketika berpapasan dengan guru, menurutnya, merupakan bagian dari pembentukan karakter yang perlu dibiasakan sejak dini.

“Anak-anak, ucapan yang keluar dari mulut kita adalah cerminan karakter diri kita,” tuturnya.

Ia mengajak seluruh siswa untuk mulai membiasakan berkata santun kapan pun dan di mana pun. Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh pencapaian akademik, tetapi juga tercermin dari bagaimana ia berkomunikasi dan memperlakukan orang lain.

“Kesuksesan kalian tidak hanya dari nilai akademik, tetapi juga seberapa baik ucapan kalian terhadap orang lain,” pesannya.

Menutup amanatnya, Bu Neneng berharap pesan yang disampaikan dapat langsung diterapkan oleh para siswa dalam keseharian.

“Semoga amanat Ibu bisa kalian terapkan mulai hari ini,” pungkasnya.

Pesan tersebut kemudian ditutup dengan pantun:

Cinta Laura pergi jalan-jalan,

Jalan-jalannya ke Jawa Barat.

Bijaklah menjaga lisan,

Agar selamat dunia akhirat.

Rangkaian upacara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu wajib nasional “Satu Nusa Satu Bangsa” yang diikuti oleh seluruh peserta upacara dengan penuh semangat.

Melalui kegiatan rutin ini, MTsN Kota Cimahi terus mendorong peserta didik untuk tidak hanya tumbuh sebagai siswa yang berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang santun, menghargai sesama, dan mampu menjaga tutur kata dalam kehidupan sehari-hari.(IKS)