Duta PLH MTsN Kota Cimahi Ikuti Edukasi Hidroponik dan Budaya 5R Bersama Praktisi Lingkungan

Cimahi (Humas MTsN Kota Cimahi) — MTsN Kota Cimahi kembali melaksanakan kegiatan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) bagi para Duta PLH kelas 7 dan 8 pada Kamis, 21 Mei 2026, bertempat di Aula Atas MTsN Kota Cimahi mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini menghadirkan Deni Hendiyani dari Suryajaya Hidroponik sebagai pemateri utama.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan materi mengenai penerapan budaya 5R, yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin, sebagai dasar pembentukan lingkungan kerja dan lingkungan belajar yang bersih, tertata, serta produktif. Selain itu, siswa juga diajak memahami konsep 3M, yakni mulai dari diri sendiri, mulai dari hal terkecil, dan mulai dari hari ini.

Pemateri menjelaskan bahwa budaya 5R bukan hanya diterapkan dalam lingkungan industri, tetapi juga sangat penting diterapkan dalam pengelolaan kebun hidroponik dan kehidupan sehari-hari. Melalui penerapan 5R secara konsisten, pekerjaan menjadi lebih efektif, lingkungan lebih terawat, dan hasil produksi dapat meningkat secara berkelanjutan.

Selain membahas pengelolaan lingkungan, siswa juga mendapatkan materi tentang strategi pemasaran produk hidroponik. Deni Hendiyani menjelaskan beberapa langkah efektif yang dapat dilakukan, seperti bergabung dengan komunitas hidroponik dan melakukan penjualan langsung ke pasar agar produk lebih dikenal masyarakat.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab. Soraya dari kelas 7F menanyakan alasan hasil tanaman hidroponik di sekolah terlihat lebih baik dibandingkan tanaman di rumah. Menjawab pertanyaan tersebut, Deni Hendiyani menjelaskan bahwa sistem hidroponik di sekolah mendapatkan nutrisi dan kadar oksigen yang lebih stabil melalui aliran air yang terus bergerak, sehingga penyerapan nutrisi tanaman menjadi lebih optimal.

Sementara itu, Alisa dari kelas 7J menanyakan perbandingan antara menanam di tanah dan secara hidroponik. Pemateri menjelaskan bahwa kualitas tanaman konvensional sangat dipengaruhi kondisi tanah di masing-masing daerah. Namun pada sistem hidroponik, kondisi nutrisi dan lingkungan tanaman dapat diatur lebih stabil sehingga risiko hama maupun residu pestisida dapat diminimalkan. Ia juga menjelaskan bahwa teknologi hidroponik memungkinkan bercocok tanam dilakukan bahkan di negara-negara yang memiliki keterbatasan lahan pertanian.

Setelah sesi materi dan diskusi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung penyemaian bibit tanaman hidroponik. Pada kesempatan tersebut, Deni Hendiyani juga berpesan kepada para siswa agar lebih selektif dalam memilih bibit. “Bibit yang kualitasnya kurang baik sebaiknya tidak digunakan agar hasil tanaman dapat tumbuh maksimal,” pesannya kepada para peserta.

Kegiatan ini turut didampingi oleh Ati Tri Lestari, S.Pd. selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Sarana dan Prasarana bersama Dina Rosdiana Jamila, S.Pd. selaku pembina PLH. Dina menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran lingkungan sekaligus membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab siswa. “Anak-anak belajar bahwa menjaga lingkungan harus dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, MTsN Kota Cimahi terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran kontekstual dan berkelanjutan guna membentuk generasi yang peduli lingkungan, kreatif, dan memiliki keterampilan praktis di masa depan.