
Oleh : Rina Marlina | Kelas 7H MTsN Kota Cimahi
(Tulisan ini merupakan salah satu tugas mapel IPS yang diampu Ibu Sera Meliati Sutaryo, S.Pd pada topik family).
Saat masih kecil. Aku dan alm. kakekku memiliki hubungan begitu dekat bahkan sangat dekat. Beliau dulunya adalah seorang pesilat tangguh. Setiap kali aku main ke Bandung, tempat tinggal kakekku, aku seringkali melihat beliau bertanding. Biasanya setelah tanding silat, kami bermain atau jalan-jalan bersama.
Suatu sore. Entah hari apa, aku lupa. Kami pernah jalan-jalan bareng kakek. Waktu itu aku masih kecil dan sangat aktif. Katanya, aku berlari di pinggir sawah hingga kakek mengejarku. Aku sendiri lupa detail kejadiannya, tapi mamah sering mengingatkan.
“Kakekmu itu sampai jatuh ke sawah dan pulang-pulang bajunya penuh lumpur, sementara kamu hanya tertawa melihatnya,” ujar mamah. Itulah salah satu kenangan paling lucu yang tak akan pernah lupa dari ingatanku sampai sekarang.
Setiap kali akan ke Bandung, aku selalu merasa sangat bersemangat. Banyak kenangan indah yang kuhabiskan bersama beliau. Namun, seiring berjalannya waktu, kami semakin jarang bermain karena kondisi beliau yang mulai sakit-sakitan. Tubuh ringkihnya semakin nampak. Lemah dan kehilangan keperkasaannya saat kakek masih aktif bermain silat. Mungkin karena asupan makanan yang semakin berkurang atau bahkan ada kesulitan.
Hingga, saatnya kejadian yang tak pernah kuinginkan itu tiba. Kalau tak salah bulan Juni 2024 saat hujan turun dengan derasnya, sepulang sekolah aku tiba-tiba diberi kabar bahwa kakek telah wafat. Saat itu aku sangat sedih, teramat sedih. Tak terasa air mata jatuh tak tertahankan. Sempat juga menangis agak lama. Namun, pada akhirnya aku sadar cepat atau lambat, kematian akan datang menjemput kepada siapa pun. Termasuk kakekku tercinta. Tak ada pilihan. Aku harus merelakan. Mengikhlaskan atas kepergiannya untuk selama-lamanya.
Aku akan selalu mengingat beliau. Sosok idola dan kakek terbaikku sepanjang masa. Beliau yang selalu meluangkan waktunya untuk bermain bersamaku. Segala kenangan itu akan terus hidup bersemayam dalam lubuk hatiku yang paling dalam. Kini dan untuk selamanya.
Bagi teman-teman yang masih memiliki kakek saat ini, sayangilah dengan sepenuh hati….


11 komentar
Asyifa rakhmania, Kamis, 21 Agu 2025
Rina aku sedih baca nya 😭
hani, Kamis, 21 Agu 2025
👍🏻👍🏻
emily, Kamis, 21 Agu 2025
i pround of u nana
rizky, Jumat, 22 Agu 2025
Menurut saya, penulis berhasil menghadirkan cerita yang sederhana namun penuh makna.
Afra Aliya Arkarna, Selasa, 30 Sep 2025
saya sangat sedih saat membaca ceritanya, proud of u rinaa
Kean, Selasa, 30 Sep 2025
menurut saya, rina menyampaikan cerita ini dengan jelas. Sehingga pembaca bisa memahami cerita ini. Pembaca juga bisa merasakan kesedihan yang dialami rina.
Rosmawati Sholeha, Selasa, 30 Sep 2025
Semangat Rina 😭😭
Turut prihatin 😭🤧
ceritanya jadi ke inget almarhum kakek ku 🤧🤧
Denisha, Selasa, 30 Sep 2025
kata katanya bagus banget! keren banget Rina!
ceritanya sederhana tapi kenangannya luar biasa.
Muhammad Alif Dermawan 7J, Kamis, 2 Okt 2025
Turut berduka cita ya atas kepergian almarhum kakekmu, semoga kakekmu ditempatkan di tempat tebaik disana ya, karya kamu sangat dalam dan menyentuh hati, yang semangat ya berkaryanya
Nabilah Zahfa Novania Azzahra 7j, Kamis, 2 Okt 2025
Turut berduka cita Rina Marlina, ceritanya bagus dan bikin terharu , semangat bikin cerita cerita lain .
admin, Senin, 6 Okt 2025
Cerita yg sangat menarik